Kamis, 17 Juli 2008

SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN

Meningkatkan kualitas pendidikan bukanlah suatu upaya yang sederhana, melainkan senantiasa memerlukan upaya perbaikan dan peningkatan sejalan dengan semakin tingginya kebutuhan dan tuntutan kehidupan masyarakat. Betapa pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga mendorong berbagai pihak untuk melakukan berbagai upaya dan perhatian terhadap pendidikan. Dalam mencapai keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah memang menjadi tanggung jawab guru sebagai pengelola kelas. Namun keberhasilan berupa efektivitas kelembagaan (performance) sekolah secara keseluruhan sangat dipengaruhi oleh kelengkapan sarana prasarana.
Pengadaan sarana dan prasarana belajar yang memadai sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Sarana dan prasarana yang lengkap di sekolah membuat guru dan siswa menjadi gairah dalam proses pembelajaran, sebab segala pasilitas yang dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar terpenuhi sehingga guru dan siswa mampu melaksanakan proses pembelajaran dengan optimal.
Selama ini kondisi umum tentang pengadaan sarana dan prasarana pembelajaran masih belum optimal hal ini terlihat dari usulan yang disampaikan Kabupaten/Kota se Jawa Barat jumlah sarana sekolah yang mengalami kerusakan dan segera memerlukan rehabilitasi yaitu kebutuhan rehabilitasi SD sebanyak 42.402 ruang kelas, MI sebanyak 6.523 ruang kelas, SMP sebanyak 6.767 ruang kelas, dan MTs sebanyak 2.729 ruang kelas. (Sumber : Bulletin Epitech, Disdik Prov. Jabar) Melihat kondisi di atas cenderung kegiatan proses akademik tentunya akan terganggu hal ini berdampak pada tingkat kualitas pendidikan.
Dengan demikian, kelengkapan sarana prasarana belajar dan kompetensi guru memiliki hubungan yang erat dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Semakin lengkap dan memadai sarana prasarana belajar di sekolah, semakin terbuka peluang guru untuk mengembangkan kompetensinya (terutama dalam proses pembelajaran). Semakin tinggi peluang guru dalam meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya maka diharapkan kualitas pembelajaran mencapai hasil yang optimal.
Malik Fajar (dalam Rusyana, 2005: 61) mengemukakan bahwa,
Pemerintah menyadari betul terhadap pentingnya sarana prasarana bagi sekolah atau lembaga pendidikan. Mengelola suatu lembaga yang penggunanya berupa manusia, maka perlu ditunjang perlengkapan yang memadai. Untuk itulah pemerintah sedang memprioritaskan berbagai bantuan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan di lapangan, khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pemberian bantuan pada tahap awal dititikberatkan pada sarana, sehingga di lapangan akan terbantu dalam pemenuhan tuntutan standar pelayanan minimum bagi masing-masing lembaga pendidikan.
Berdasar uraian di atas, jelaslah bahwa pengadaan sarana prasarana belajar di sekolah menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan pendidikan. Kenyataan di lapangan, pengadaan sarana prasarana belajar masih menjadi kendala yang hampir terjadi di masing-masing sekolah. Sarana prasarana belajar yang kurang memadai atau belum memenuhi standar sebagaimana yang telah ditetapkan pemerintah, menjadi salah satu faktor penghambat dalam melaksanakan proses pembelajaran di sekolah.


Anda membutuhkan makalah tentang hal di atas? Emailkan saja ke alamat bilaramadani@gmail.com
e-one 15/08 Juli-08“Prasarana”


Ada memiliki masalah dengan tugas anda?

Apa salahnya jika anda mencoba peluang ini????....

Loading...